Senin, 09 April 2018

#UthaNonton - Maret 2018

Bulan Maret, gue nggak terlalu banyak nonton film di bioskop. Tapi... ternyata pada bulan ini gue menemukan tontonan paling seru sejak awal tahun!

14. Call Me by Your Name
Skor: 7/10

Penasaran sama film ini karena dapet penghargaan (meski nggak nonton filmnya). Lanskap ceritanya sih tipikal film festival dengan latar Italia. Tentang kisah Elio dan Oliver. Jadi pas summer si Oliver ini diundang sama ayahnya Elio yang profesor untuk proyek akademis gitu. Berbeda dengan mahasiswa kesayangan profesor lainnya, si Oliver ini membuat Elio jatuh hati. Dan mereka pun bermanis manja setelahnya. Gue pribadi nggak terlalu attach sama karakternya. Pace-nya lambat, tapi tetap bisa dinikmati. Kultur di sini luar biasa banget ya. Lo bisa ngobrol udah nggak perjaka atau perawan sama ortu lo dan itu lumrah. Dan adegan makan buah itu buat tepok jidat.

Sabtu, 07 April 2018

Menengok Naskah di Editors' Clinic Gramedia Writers & Readers Forum

Jarang-jarang gue menulis blog tentang kerjaan nih! Tapi karena memang lagi pengin ketik, ya udah deh gue nulis aja. Perlu digarisbawahi gue menulis catatan biar inget aja tadi pagi sampai siang abis ngapain. Apalah tulisan seorang Utha, editor anak bawang yang mengeditnya masih perlu ditambal-sulam (eh, bukannya penulis yang harus menambal-sulam naskahnya biar bagus, ya?).


Gue berangkat ke Perpustakaan Nasional sekitar pukul setengah sepuluh dan sampai di sana pas pukul sepuluh pagi. Karena waktu mepet sama acara gue sebelumnya, untung masih bisa denger briefing dari panitia. Gue sempet cemas juga karena ada insiden mimisan dan darah yang mengucur banyak banget. Untung bawa tisu (meski langsung habis) dan selama perjalanan di motor gue mendongak terus biar darahnya nggak mengucur.

By the way, gue deg-degan karena udah lama nggak bertatap muka sama calon-calon penulis kece. Gue memang dapet jatah untuk mengisi jadwal konsultasi naskah hari Sabtu ini dari pukul sepuluh sampai pukul dua belas. Dan gue cuma sempat mengobrol dengan enam calon penulis. Gue pun masih ingat "masalah" yang mereka alami dalam menulis. Sebenernya tulisan ini nggak mendetail banget, tapi semoga bisa paham ya apa yang gue maksud.

Calon penulis pertama ini adalah content writer. Tulisannya rapi banget, mungkin memang terbiasa menulis jadi kendala teknis sama sekali nggak ada. Ceritanya tentang romansa-fantasi. Berhubung si calon penulis ini doyan banget dorama, saat baca sinopsisnya, kental banget khas dorama Jepang. Sempat mengobrol juga dia sempat beberapa kali ikut semacam konsultasi naskah dengan editor. Wah... memang niat jadi penulis! Gue jadi seneng karena masih banyak yang pengin jadi penulis dan seniat itu sampai berkali-kali datang ke acara serupa. Tapi, gue sama sekali nggak bisa merasakan feel dari latar Jepang itu. Gue kayak baca naskah yang diketik rapi tanpa nyawa dari karakter ataupun atmosfer yang pengin calon penulis sampaikan. 

Sabtu, 03 Februari 2018

#UthaNonton - Februari 2018

Akhirnya bulan Februari! Gue excited banget dengan film-film yang bakal diputar di bioskop pada bulan ini. Februari ini, diawali dengan nonton film Indonesia!

8. Dilan 1990
Skor: 6/10


Tadinya sih gue pengin nonton yang lain, tapi akhirnya memilih film yang novelnya juga laris manis di pasaran. Sejujurnya, gue DNF (did not finish) saat baca novelnya karena bukan selera gue. Tapi, ngeliat banyak banget resensi pendek di IG Stories yang bilang film ini bagus, juga hype sekian juta penonton dalam beberapa hari, gue juga jadi penasaran. Bisa dibilang, detail yang ada di film ini bagus, istilahnya nggak buat mengernyit. Pantas saja, karena memang penulisnya juga turun tangan di film ini. Akting Iqbal juga pas banget sama Dilan, buat banyak remaja terkesiap saat dia gombalin Milea (ini terbukti satu deret ABG di depan gue pada histeris!). Sayangnya, selain blue screen yang parah saat Bunda menyetir mobil, film ini memang dibuat bersambung begitu ya, banyak yang nggak "diselesaikan", mungkin mengandalkan sekuel filmnya nanti yang bakal berjudul Dilan 1991.  Secara keseluruhan, cukup menikmati film ini, juga gombalan-gombalan nyeleneh Dilan.


Minggu, 28 Januari 2018

#UthaNonton - Januari 2018 (Bagian 2)

Karena sampai tanggal 31 Januari nanti gue nggak punya jadwal menonton di bioskop lagi, resensi singkat filmnya bisa langsung gue tulis. Nah, ini film-film selanjutnya yang gue tonton di bulan Januari.

5. 1984: When the Day Comes
Nilai: 8/10

Film sejarah Korea Selatan yang bagus! Jadi menceritakan tentang keadaan Korea Selatan pada tahun 1987. Salah satu pemicunya adalah interogasi terhadap mahasiswa yang berujung nyawa, yang mana tanpa dasar hukum dan berusaha ditutup-tutupi. Padahal mahasiswa tersebut "dipaksa" mengaku anggota komunis.  Jadi teringat novel Laut Bercerita saat menonton film ini. Salah satu film yang paling membekas di bulan Januari. 

Selasa, 23 Januari 2018

#UthaNonton - Januari 2018 (Bagian 1)

Pada bulan Januari ini, banyak sekali film bagus. Kadang sangsi sendiri gue bisa menonton bahkan sampai tiga film dalam satu pekan di bioskop. Ini ulasan singkat film-film yang gue tonton.


1. Insidious Chapter IV: The Last Key
Skor: 5/10

Karena mengikuti film-film sebelumnya, tentu ngebuat gue kepingin menonton film ini secara langsung saat rilis. Bahkan bukan cuma gue yang antusias karena nyaris satu studio penuh! Sayangnya, rasa antuasiasme yang gue miliki (atau mungkin juga yang lain) harus berbalik menyerang karena filmnya benar-benar datar. Gue sama sekali nggak merasakan nuansa mencekam di film ini. Meski memang menyukai seri Insidious yang dibumbui kisah keluarga, kali ini ramuan mereka nggak mempan karena terlalu mementingkan cerita keluarga yang mana juga terasa tanggung. 


Selasa, 02 Januari 2018

6 Tipe Penonton Paling Mengganggu di Bioskop

Selama setahun terakhir, gue jadi lebih suka menonton di bioskop. Tentu karena memang lebih menikmati sajian visual dalam layar lebar dan audio yang lebih cadas. Namun, pasti kalian pernah mengalami kejadian saat ingin menonton dengan tenang, tapi tiba-tiba ada yang mengganggu, kan? Gue sendiri sering mengalaminya. Biasanya, gue menegur kalau benar-benar sudah mengganggu kenyamanan gue dalam menonton. 

Sumber: jaidenphotography


I. Penonton Bercerita atau Mengobrol di Bioskop
Menurut gue, hal paling norak dan kampungan yang dilakukan di bioskop adalah bercerita atau bertanya tentang plot. Penonton tipe ini terdiri atas tiga jenis: pasangan, segerombol teman, dan penonton yang sudah menonton. Tipe pertama, kita bahas pasangan. Biasanya, gue paling sebal dengan orang yang berpacaran di bioskop. Kebanyakan (memang nggak semua) mereka akan mengobol mengenai film yang ditonton, seolah mereka menyewa satu studio penuh. Biasanya si cowok yang merasa paling tahu tentang film, seolah kritikus andal yang paham akan produksi film tersebut, bahkan nggak jarang secara proaktif bercerita pada si cewek tanpa diminta. 

Resolusi Tahun 2018

Tahun 2017 benar-benar menjadi tahun yang paling tak terduga dan menyenangkan. Siapa sangka aku bisa ke sana kemari, bahkan bisa pergi ke Semarang, Bandung, Bali, Kuala Lumpur, Singapura, Tokyo, Osaka, Kyoto, Karuizawa, Hamburg, Nurenberg, dan Frankfurt? Aku bukan penerima beasiswa S2 seperti teman-teman kebanyakan dan bisa keliling Eropa. Siapa sangka aku mendapatkan tawaran dari merek kelas dunia dalam ajang lomba lari untuk komunitasku? Benar-benar tahun yang menyenangkan, dan tepat saat aku berumur 25 tahun.

Dan, aku amat sangat bersyukur akan semua itu.

Lantas, sekarang sudah tahun 2018. Ada beberapa hal yang ingin sekali aku lakukan di tahun ini agar menjadi lebih baik. Semoga semua kesampaian.