16.1.19

Pengalaman Berendam di Oedo-Onsen Monigatari (1)

Gue penasaran banget pengin nyobain onsen atau sento di Jepang. Sebenarnya lebih tertarik dengan konsep onsen karena alami. Sayangnya, onsen nggak ada di Tokyo padahal liburan ke Jepang gue kali ini cuma muter-muterin Tokyo. Mau ke Hakone pun rasanya gue mager karena pengin jalan-jalan manja ke Tokyo aja. Hahaha.

Beruntung, ternyata ada semacam onsen bertemakan theme park yang letaknya di Odaiba. Wah, bisa sekalian ambil foto Gundam Statue karena tahun lalu ke tempat itu patungnya lagi direnovasi. Tapi rencana jadi sekadar rencana karena eksekusinya nggak kayak begitu haha.

Sumber: daiba.ooedoonsen.jp

Sebelum pergi ke Tokyo, gue langsung cari-cari harga masuk biaya Oedo-Onsen Monigatari. Ternyata termasuk mahal, sebut saja 2.950 yen. Kalau dikalikan kurs saat gue nukerin duit, ya lumayan banget nyaris Rp400,000. Akhirnya iseng cari di Klook dan dapet harga lumayan murah, yaitu sekitar Rp250,000,-.


9.1.19

Pengalaman Membuat Surat Keterangan Sehat (SKS) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) di RS Budhi Asih

Hari Senin lalu (7 Januari 2019) gue buat Surat Keterangan Sehat (SKS) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN). Masih terkait ngumpulin berkas buat tes CPNS, gue pun berusaha nyicil berkas-berkas itu dan nggak bikin sehari langsung ke tempat berbeda. Dan Senin lalu giliran ke Rumah Sakit Budhi Asih.

Kenapa gue buat di RS Budhi Asih? Karena... saat gue googling, rumah sakit daerah yang paling murah buat surat ini di Jakarta tuh cuma di sana. Ada sih di RS Tangerang, tapi PR juga ya ke sananya. Akhirnya pilih ke RS itu deh. Lumayan jauh sih... soalnya gue dari Palmerah. Ha ha ha.

Dan pada Senin itu gue telat bangun dong. Alhasil, gue sampai di rumah sakit itu sekitar pukul 6.30. Langsung ambil nomor antrean pendaftaran poli umum (yang dibantu sama sekuriti yang berjaga di sana) dan dapat nomor 18. Lumayan juga yaaa... padahal yang ditulis di berbagai blog rata-rata nomor 4-10-an. 

Loket Pendaftaran
Sumber: Dokumen Pribadi


Nah, ternyata gue nunggu lumayan lama. Sekitar pukul 7.30 gue baru dipanggil untuk pendaftaran. Setelah selesai daftar, dikasih struk dan dibayarkan ke kasir. Nah, sebenernya di sini agak tricky karena antrean mengular. Apalagi kasir yang ada di sebelah loket pendaftaran itu bukanya pukul 7.30. Sebenarnya kalau kalian tadi dapet antrean 1-10 dan saat selesai daftar kasirnya belum buka, bisa langsung cus ke gedung lama dan melakukan pembayaran di sana. Tapi karena pas gue kasirnya udah agak sepi, gue nggak perlu ke sana dan nunggu nggak sampai satu menit.


3.1.19

Membuat Kartu Kuning (Surat Tanda Pencari Kerja)

Salah satu persyaratan untuk melamar kerja adalah menyerahkan Kartu Kuning alias Surat Keterangan Tanda Pencari Kerja. Meski nggak semua perusahaan mensyaratkan itu. Dan... gue diharuskan membuat kartu sakti ini.

Awalnya gue sempat nge-googling di mana tempat buat Kartu Kuning itu. Kebanyakan sih pas gue ketik dengan keyword "membuat kartu kuning di Jakarta" nggak ada yang jelas. Bahkan banyak yang menyarankan ke dinas.

Tapi untunglah nyokap gue adalah emak-emak gaul kelurahan, haha. Jadi, beliau bilang nggak perlu ke dinas apalagi ke kecamatan. Di kelurahan juga udah bisa buat Kartu Kuning, secara PTSP udah ada di tiap kelurahan, dan hal itu udah sejak tahun 2015.