Minggu, 03 Juni 2018

Pengalaman Nonton Infinity War di Imax Melbourne

Sumber: ozbargain.com.au


Gue sama sekali nggak pernah nonton bioskop di negara orang. Alasannya tentu jelas: jauh lebih mahal ketimbang nonton di Indonesia! Soalnya banyak dengar dari teman-teman yang studi atau tinggal di luar negeri, bilang harga nonton di Indonesia itu murah banget. Bahkan ada beberapa yang seneng kalau "balik kampung" ke Indonesia dan langsung movie marathon.

Tapi... saat ke Melbourne kemarin, gue menyempatkan diri untuk nonton! Sebenernya ini impulsif karena gue baca berita ini di imax.com

"Marvel's Avengers: Infinity War – Parts 1 and 2 will take the plunge and use the new Imax/Arri 2D digital camera to capture the entire two-part installment of the global franchise
The move, by directors Joe Russo and Anthony Russo, marks the first time a Hollywood feature film will be shot only using Imax cameras and its exclusive aspect ratio. The Imax/Arri 2D digital camera, which stops short of a full Imax 3D camera rig, is a customized large format version of Arri's 6K Alexa 65 camera." 


Nah, kan. Tapi ternyata film Infinity War tayang seminggu sebelum gue berangkat ke Aussie. Akhirnya demi penghematan gue nonton pada hari pertama tapi di studio normal alias nggak Imax di XXI Senayan City! Hahaha. Abis, harga Imax Melbourne sepuluh kali lipatnya. Jadi, ya sabar-sabar aja.

Saat nge-googling, gue sempat baca Imax terbesar di dunia itu ada di Australia, tepatnya di Sydney. Tapi... karena masih renovasi dan baru dibuka lagi pada tahun 2019, tentu gue agak sad karena nggak bisa ngerasain hal itu. Tapi ternyata, the second largest Imax in the world jatuh di Imax Melbourne. Tanpa pikir panjang, gue dan teman langsung booking tiketnya. Ya hitung-hitung kan jatuhnya gue masih nonton di the largest Imax in the world, secara yang di Sydney masih renovasi sampai tahun depan, hahaha.

Dan... hari yang dinanti-nantikan pun tiba. Setelah jalan-jalan di Melbourne sesuai itinerary, kami langsung cus ke sana. Karena penginapan kami ada di sekitar CBD, pergi ke sana pun naik tram. Dan karena gue anaknya ngirit banget, naik tramnya sampai jalur free zone aja hahaha. Sebenernya nggak jauh-jauh amat sih kalau jalan kaki dari batas free zone.

Setelah beberapa saat... tadaaah! Kami pun sampai di sana.

 Sumber: Dok. Pribadi


Asyiknya, pas udah masuk di papan iklan ada tulisan yang menegaskan bahwa saat itu memang Imax Melbourne yang paling besar di dunia. Wiwiwiwi~

Sumber: Dok. Pribadi

Oh iya, saat masuk ke lobi, karena belum jam nonton, masih sepi banget. Kursi pun banyak. Kalau mau numpang Wi-Fi sih bisa banget karena free. Dan cepet. Lumayanlah buat numpang nge-download yang gede-gede kuotanya. Apalagi bisa hemat kuota di negeri orang. Tapi setelah dua puluh menit menjelang tayang, jadi rame banget!

Sumber: Dok. Pribadi

Sebelum nonton gue menyempatkan diri untuk beli popcorn (nggak usah bahas harga karena pasti jauh lebih mahal haha). Setelahnya, tentu aja gue langsung masuk studio dan... ASLI, GUE EXCITED BANGET! Sebelum filmnya mulai aja gue udah girang karena efeknya asoy geboy. Ini persepsi pribadi atau nggak, gue nggak paham. Soalnya kalau nonton Imax di Jakarta nggak segini asyiknya. Deket banget layarnya. Kayak ngerasa lagi ada di TKP, wakakaka.

Sumber: Dok. Pribadi

Film pun berlangsung dan nggak ada satu pun penonton norak. Asli! Bahkan scene yang bikin ketawa, mereka cuma sekadar terkekeh gitu, nggak kedengeran (atau ketawa mereka dalam hati kali ya). Nggak ada yang nendang kursi gue dari belakang padahal space-nya possible banget. Nggak ada yang ngobrol. Nggak ada yang nyalain hape. Seneng banget sih semuanya good manners begini.Sebelum film dimulai pun, sebenarnya memang ada imbauan untuk nggak merekam, nggak berisik, dan sebagainya (imbauan standar tapi sebenernya ngefek banget, makanya jangan luput sama hal-hal kecil!).

Sumber: Dok. Pribadi

Setelah film selesai, ada lagi imbauan untuk buang sampah di dekat pintu keluar, which is deket sama tempat balikin kacamata 3D. Dan... mereka bener-bener angkut semua sampah. Jadi bersih banget itu studio setelah ditonton. Paling cuma sisa-sisa popcorn yang nggak sengaja jatuh pas makan.

Duh... jadi pengin nonton di sana lagi. Eh, tapi harus buat budget lagi dong! Hahaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar