14.6.18

Dulu

Setelah beberapa frekuensi pertemuan, ada rasa adiktif saat berbicara dengannya. Dalam hati aku bertanya-tanya, kenapa baru mengenalnya sekarang?

Mungkin benar bahwa akan selalu ada orang-orang yang baru kautemui, lantas sudah mengisi ruang di hatimu, seolah kau mengenalnya sejak lama. Seakan kau sudah bertemu dengannya sejak dulu dan melewati metamorfosis kehidupan bersamanya. Dan itulah yang kurasakan terhadapnya.

Sebenarnya, aku tak bisa mendefinisikan perasaanku yang sebenarnya. Yang kutahu, aku merasa nyaman di dekatnya, merasa nyaman saat hanya berjarak sekian sentimeter darinya. Aku tak berani mengatakan aku bahagia, karena selain rasa nyaman terselip rasa takut.

Ya, aku takut.

Aku takut kehilangannya. Aku takut bahwa perasaan nyaman yang kurasakan ini hanya sementara, bahwa kehangatan yang ditawarkannya hanya sekadar reaksi spontan yang selalu dia berikan pada tiap orang.

Saat dia berada di sisiku, aku juga merasakan sensasi menyenangkan yang menyerbu. Aku merasa aman, seolah di sisinya berarti pulang. Namun, aku juga merasa bersalah saat di dekatnya. Apa memang ada, perasaan menyenangkan tapi terasa begitu salah?

2 comments: