Mengikat Tanpa Menjerat

By Tri Saputra Sakti - Sunday, April 04, 2021

“Hubungan yang dewasa, hubungan yang tidak toxic.”

Begitulah inti percakapanku dengan teman SMA-ku ketika selesai menonton sebuah serial. Kami setuju, memang suatu hal yang indah bukan sekadar hal-hal manis, tapi kedewasaan dalam membina hubungan. Bagaimana dua pasangan memiliki ikatan tapi tidak saling menjerat.

Lucu, betapa kekanak-kanakannya aku dulu saat menjalin hubungan dengan orang yang kupercaya merupakan orang terakhir. Sifatnya yang clingy, yang terkesan mengalah, yang tampak memprioritaskanku dan seolah aku satu-satunya yang membuat bahagia... membuatku terkungkung. Aku yang awalnya mengira kalau dirinya-lah yang membutuhkanku, justru menikamku dengan perasaan yang mengatakan kalau akulah yang membutuhkannya.



Ketika patah hati pun, aku merasa takkan ada lagi orang yang bisa membuatku seadiktif itu.

Untunglah, meski terlambat, aku menyadari suatu hal: bahagia memang tidak memerlukan seseorang. Hubungan yang baik pun akan terjadi ketika masing-masing punya pijakan dan sudah menemukan kebahagiaan tanpa campur tangan orang lain.

Baca juga: Catatan Baru

Dan hal itu bisa diawali dengan menerima diri sendiri.

Saat itulah kau akan menemukan berbagai uluran tangan dari orang-orang yang tertarik terhadap dirimu. Ketika kau sudah mencintai dirimu sendiri, magnet itu akan makin kuat. 

Saat memikirkannya aku terkekeh.

Baca juga: Perkara Cinta

Ya, banyak sekali orang yang sudah mengulurkan tangan-tangan itu. Menawarkan berbagai impian menyenangkan. Dan syukurlah, kali ini aku tidak lagi buta. Kacamata yang kukenakan sudah tepat agar aku bisa memandang lebih jernih. Tidaklah perlu aku terikat pada sosok manusia yang belum selesai terhadap dirinya. Maksudku, memang, kita takkan pernah selesai terhadap diri kita sendiri. Namun, setidaknya kita harus sedang menuju tahap itu. Tidaklah perlu aku mendapatkan seseorang yang belum mengenal dirinya sendiri.

Rasa-rasanya mungkin sudah sepatutnya aku berterima kasih pada semesta. Ya, kan?


Karena aku sudah paham, bahwa sebuah hubungan antarmanusia yang paling intim akan bermekaran indah ketika mengikat tanpa harus menjerat.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments