24.5.18

#UthaNonton - Mei 2018

Kayaknya bulan ini melempemnya tontonan asyik karena rasa-rasanya nggak ada tontonan asyik. Semoga salah!

21. Deadpool 2
Skor: 6.5

Humornya memang lumayan, bahkan gue lebih suka film ini ketimbang film sebelumnya. Adegan nonsensornya juga lumayan. Plotnya tapi standar banget, jauh dari kata greget kalau buat selera gue. Best punch line: "This is so dark. You sure this isn't DC Universe?"


16.5.18

#UthaNonton - April 2018

Bulan ini bulan paling sedikit frekuensi nontonnya. Iya, cuma tiga kali nonton! Tapi... bulan ini gue mencoba pengalaman nonton di IMAX Melbourne yang sejauh ini jadi the largest IMAX in the world.

18. A Quite Place
Skor: 8/10

Nonton ini seru dan cukup menegangkan. Gue suka premis simpel yang dieksekusi dengan baik. Salah satu film bagus pada tahun ini. Tapi entah kenapa kurang sreg sama ending-nya! Huaaa...

15.5.18

Visa Australia Ditolak Padahal Berkas Lengkap: Apa yang Salah?

Beberapa bulan lalu, gue ikut travel fair Singapore Airlines. Tujuan gue kali ini adalah Australia. Kenapa Australia? Pertama, gue belum pernah ke benua itu. Kedua, kalau ke luar negeri, selalu kedapetan summer! Bahkan spring aja baru ngerasain sekali pas ke Jepang. Jadi, gue memutuskan untuk bisa holiday trip tapi dengan musim berbeda. Jadi, kayaknya Australia jadi benua yang pas buat gue buat cobain ke luar negeri pas autumn.

Setelah dapet tiket dengan harga yang cukup oke untuk maskapai sekelas SQ, tentu aja gue menabung, buat itinerary, dan lain sebagainya. Sampai satu bulan sebelum keberangkatan, gue harus buat visa Australia. Omong-omong, gue ke Australia bareng temen traveling ke Jepang kemarin. Alasannya, kami satu visi. Banyak orang yang suka traveling tapi visi mereka jalan-jalan itu berbeda. Nah, gue sama temen gue ini cukup cocok meski dia lebih ambisius. Tapi udah terjaminlah waktu traveling ke Jepang selama empat belas hari kalau dia cukup satu visi sama gue.


Sumber: curiositiescabi.net


Nah, sebelum apply visa, tentu aja kami cari-cari informasi. Baik dari blog, maupun temen-temen yang pernah ke Australia. Kebetulan banget juga, beberapa bulan lalu ada informasi bahwa apply visa Aussie ini bisa lewat online. Tapi, belum ada keterangan lebih lanjut yang cukup detail tentang orang Indonesia (maafkan karena kami orangnya amat sangat insecure) sampai akhir bulan Maret. Maka, kami pun memilih opsi untuk apply visa lewat VFS Australia yang terletak di Kuningan City. Tapi sebelum ke sana, salah satu teman yang baru balik liburan dari Australia bilang, "Lho, kenapa nggak lewat online aja, Tha? Temen gue kemarin submit online terus dua hari udah dapet lho." Karena udah mepet dan rasanya mager untuk menge-scan banyak dokumen, kami tetap lewat jalur walk-in alias tetap ke Kuningan City.