10.12.17

Menerima LGBT di Bawah Alam Sadar Melalui Manga dan Anime

Sebenarnya saya bukan aktivis yang membela LGBT, bukan juga homophobia. Saya pun tak terlalu paham konsep tersebut laiknya sosiolog dan psikolog, bahkan saya lulusan Administrasi Negara. Memang, saya pernah membahas soal transgender di Thailand dan Pakistan, lalu dibuatlah makalah mengenai kebijakan transgender saat mata kuliah Perbandingan Administrasi Negara. Namun, hanya itu cakupan yang saya ketahui.

Salah satu pemicu saya menuliskan ini adalah karena menonton anime berjudul Sailor Moon. Apa kalian masih ingat sosok gadis dengan sebutan “cewek onde-onde” yang saat itu anime-nya ditayangkan dan di-dubbing  di Ind*siar? Tentu saja kalian masih familier dengan sosok ini. Saya pun pernah menontonnya, lima season sekaligus dengan total dua ratus episode. Namun, tulisan ini bukan mau membahas Sailor Moon secara detail. Anime ini hanya jadi pemicu kenapa saya menuliskan hal ini.

Kenapa saya memberikan judul “di bawah alam sadar”? Karena, saat masih kecil, saya termasuk bocah yang suka sekali menonton anime. Secara tidak sadar, saya sering kali melihat adegan-adegan aneh. Masih ingat Ranma 1/2Cardcaptor Sakura, atau tentu Sailor Moon

Sumber: knowyourmeme.com


Mungkin kita bisa mulai dari cerita tentang pemuda bernama Ranma. Kalian tentu tak asing dengan anime berjudul Ranma 1/2. Dalam cerita tersebut, ada pemuda yang kalau disiram air bisa berubah jadi gadis berpayudara besar. Secara tak sadar, menurut saya, ini mengindikasikan penerimaan adanya transgender. Meski story line dari manga atau anime ini tidak mengarah ke sana, tetapi dengan perubahan dari laki-laki ke perempuan, rasanya kenapa mengarah ke bentuk penerimaan akan adanya transgender, ya?

Sumber: reddit.com

Dan yang paling gamblang sebenarnya cerita di Cardcaptor Sakura. Manga besutan CLAMP ini sebenarnya punya inti cerita kalau tokoh utamanya, Sakura Kinomoto, merupakan keturunan Clow Reed yang notabene adalah ayahnya. Namun, di sini Clamp menampilkan kebebasan untuk mengekspresikan perasaan.

Mungkin kalian sudah tahu Syaoran dan Sakura nantinya akan menjadi kekasih. Namun, sebelum Syaoran menyukai Sakura, apa kalian masih ingat di awal-awal cerita Syaoran justru suka salah tingkah dengan wajah memerah saat bertemu Yukito, yang mana adalah pemuda teman kakaknya Sakura? Adegan-adegan ini pun saya saksikan saat SD. Aneh, kan? Seolah kita menonton anak seumuran kita sendiri yang masih kecil (SD) dan punya perasaan lebih pada pemuda SMA. Awalnya saya memang bingung saat menontonnya. Barulah saat SMA, saya baru menyadari bahkan manga dan anime dengan kategori anak-anak saja sudah masuk ke ranah seperti ini di Jepang.

Sumber: fanpop.com

Dan yang paling blakblakan adalah Sailor Moon. Eh, tapi bukan Usagi Tsukino yang mengajarkan hal ini. Pada season pertama atau Sailor Moon Clasic, sama sekali tidak ada unsur seperti ini. Ceritanya lumrah tentang gadis cengeng yang menjadi pahlawan. Begitu pula pada season kedua. Sama sekali tidak ada hal aneh.

Nah, munculnya pada season ketiga. Pada season ini muncul Sailor Uranus dan Sailor Neptunus yang diawali dengan seragam sekolah elite. Lho, tapi kok si Sailor Uranusnya pake seragam cowok dan disangka pacarnya Sailor Neptunus? Apalagi simbol dari Sailor Uranus ada pada “Talisman” dengan corak “pedang” yang merupakan simbol kejantanan (asumsi pribadi saja kok), sementara Sailor Neptunus punya talisman sebuah “cermin” yang bertolak belakang. Belum lagi, adegan romantis mereka berdua. Bahkan, dulu saat SMA saya pernah menemukan fan fiction cerita lesbian tentang dua tokoh ini. Apalagi Sailor Uranus hobi mengenakan seragam laki-laki dan Sailor Neptunus digambarkan sangat feminin.

Sumber: pinterest.com

Tak hanya itu, bahkan ada adegan Sailor Jupiter naksir gadis tomboy meski cuma satu episode! Paling parah, di season kelima atau terakhir, muncul Sailor Starlights yang personelnya tiga gadis (tentu, karena semua sailor soldiers beranggotakan perempuan). Namun, di kehidupan nyata mereka adalah tiga pemuda. Kali ini, Naoko Takeuchi benar-benar memberikan gambaran yang lebih gamblang daripada kasus Sailor Uranus yang gemar memakai baju laki-laki. Tiga sailor ini tidak memiliki payudara. Bahkan ada adegan mereka bertiga sedang berenang, bertelanjang dada dengan sosok laki-laki tulen. Namun, yang buat bingung kenapa saat berubah dalam wujud sailor mereka memiliki payudara?

Plus, anehnya, salah satu personel Sailor Starlights alias Sailor Fighter, yang nama aslinya Seiya, naksir sama Sailor Moon. Wah, sebenernya identitas si Sailor Starlights yang bener tuh cewek atau cowok?

Mungkin, sebenernya banyak yang bisa dilihat dari manga dan anime Jepang. Ini mungkin salah satu fenomena kecil yang saya amati. Dan, perlu ditekankan sebelumnya bahwa tulisan ini sama sekali hanya opini penulis yang suka membaca manga dan menonton anime. Saya sendiri bukan otaku yang paham dengan masalah seperti ini.

Sumber: pinterest.com

Meski begitu, saya tetap suka dengan manga dan anime karena selalu punya pesan moral, bahkan menurut saya tiap tokohnya sangat manusiawi, juga untuk tokoh utamanya. Sekian posting-an saya yang cukup random ini.

Catatan:
Tulisan ini pernah diunggah di blog penulis sebelumnya dan mengalami sedikit peremajaan.

No comments:

Post a Comment