Rabu, 25 Oktober 2017

Kids Jaman Now: Pelabelan Berkedok Guyonan?

Kids jaman now. Tiga kata itu sekarang menjadi viral, bahkan menjadi judul artikel beberapa media online seperti Mashel, Brilio, dan Liputan 6. Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI turut meramaikan kata-kata viral ini dengan berkicau lewat akun Twitter-nya @KemendikbudRI. Lantas, apa sih arti dari kids jaman now itu sendiri?

Kids jaman now disinyalir pertama kali digunakan oleh pengelola akun palsu dari Setyo Mulyadi, lalu akhirnya menyebar dan menjadi istilah kekinian. Sementara itu, dari segi bahasa Indonesia kids jaman now memiliki arti yang merajuk pada anak-anak zaman sekarang. Namun, apakah fenomena penggunaan istilah ini benar-benar memiliki definisi “anak-anak zaman sekarang”?

Kalau kita lebih teliti menangkap fenomena ini, kids jaman now digunakan sebagai guyonan untuk menyikapi kelakuan nyeleneh dan tidak wajar tapi tetap dianggap lazim oleh anak-anak zaman sekarang. Apabila ditelaah lagi, terdapat subjek dan objek pengguna istilah ini. Kita bisa menyimpulkan bahwa subjek pengguna istilah ini adalah Generasi Y (Millennial), sementara objek istilah ini adalah Generasi Z—anak-anak yang lahir setelah tahun 2000. 


Sumber: brilio.net

Generasi Millennial sering kali menggunakan istilah ini dan cenderung menunjukkan ketidaksukaan pada Generasi Z. Tentu saja hal ini ada ada alasannya karena perilaku yang memang norak. Kids jaman now adalah istilah satir untuk Generasi Y yang tampak terlalu cepat dewasa lewat kegemaran mereka yang suka berdandan atau bahkan cara berpacaran mereka yang kelewat batas seperti panggilan “papi-mami”, perayaan hari jadian tiap bulan, dan public display affection yang selalu diunggah di media sosial. Atau sebenarnya istilah ini lahir lebih banyak millennials yang jomblo lantas iri pada Generasi Z? Wah, bisa jadi!