Selasa, 13 Juni 2017

Saat-Saat Jauh

Sebelum boarding dan mengubah ponsel ke mode penerbangan, aku sempat mengecek linimasa Twitter. Kau menuliskan tiga kata yang tak pernah kusangka padahal baru tiga jam kita berpisah dan tak sampai satu menit kita bercakap-cakap lewat telepon. 

Tiga kata itu menyentil benakku. Dalam hati aku bertanya-tanya apakah kau benar-benar merindukanku seperti itu. Penerbangan dua belas jam dari Singapura menuju Frankfurt yang seharusnya sangat kutunggu-tunggu mendadak membuat perasaanku kebas.

Dengan benak yang kusut aku duduk di dalam pesawat. Kemudian tanpa terasa aku sudah makan malam dan melewati dua jam pertama akan penerbanganku. Lalu aku menyadari bahwa aku juga merindukanmu. Bahkan saat penerbangan dari Jakarta menuju Singapura aku sudah merindukanmu. Lebih tepatnya lagi, aku sudah merindukanmu saat kau menemaniku pergi ke bandara sore itu.