Minggu, 26 Juni 2016

Dua Sosok di Dalam Bar

Dalam ingar bingar yang terdengar di panggung bar, kulihat kesepian tersenyum sumir.
Sesekali dia berusaha melumat bibir keriuhan, tapi hanya sedikit yang bisa dia cecap.
Sosoknya makin lama tenggelam oleh dentum musik, tersingkirkan oleh gelak tawa palsu.
Akhirnya dia berusaha bungkam, memilih untuk menutup diri dan mengalah. 
Takkan lagi dia menampakkan diri di hadapan keriuhan.

Keriuhan makin riang, tak ada lagi kesepian yang merecokinya.
Semangatnya memberikan gelak pun membubung tinggi.
Gelak menular yang membuat semua melupakan sosok kesepian sudah berdiri di pojok bar.

Musik masih berisik.
Tawa masih menular.
Keriuhan berpesta pora, sementara kesepian tetap bergeming.