Skip to main content

Posts

Featured

Pertemuan Pertama & Bintang-Bintang di Sekeliling Kita

Rasa kikuk menjalariku saat pertama kali berhadapan denganmu secara langsung. Apa yang harus kukatakan? Topik apa yang sebaiknya kulontarkan? Haruskah aku berbasa-basi denganmu? Kau hanya tersenyum dengan gaya yang terkesan pongah tapi malah menggemaskan di hadapanku. Sikapmu yang demikian justru membuatku rileks, mengingat-ingat bahwa sebelumnya kita pernah bertukar cerita, secara acak, dan tidak pernah habis kalau saja kita masih ingat waktu. Maka, kita pun bertukar kisah lagi. Membuat momen yang tampaknya langka ini dengan sebaik-baiknya karena kita berdua sama-sama tahu pertemuan selanjutnya masih belum pasti. Kau mungkin tahu bagaimana aku merasa nyaman ketika kita berdekapan. Aku pun takjub bagaimana sihir kata milikku dan jampi kata milikmu saling berkelindan dan menjadi susunan konstelasi acak yang mengisi ruang-ruang percakapan. "Kita ini sempurna, ya," gumammu, mengartikan bagaimana obrolan kita mengalir ke sana kemari tanpa batas dengan apa adanya. Aku hanya tersen

Latest Posts

Ketidaksempurnaannya sebagai Pesona yang Sulit Kupahami

Sewaktu Vol 2 Day 1: Penampilan Isyana yang Memuaskan Nggak Berbanding Lurus dengan Teknis Panitia

[75] Cursed Bunny - Bora Chung (Book Review)

Mau Apa?

[74] At Night I Become A Monster (よるのばけもの) - Book Review

Gerimis

Sepotong Waktu

Mengikat Tanpa Menjerat

Catatan Baru

Ankara di Bawah Purnama - 2 (Tamat)