[59] Five Feet Apart: Ketika Sepasang Kekasih Mesti Menjaga Jarak

By Tri Saputra Sakti - Thursday, March 21, 2019


Stella Grant suka memegang kendali. Hanya satu yang tak bisa dia kendalikan, yaitu penyakit fibrosis kistik yang membuatnya keluar masuk rumah sakit. Pada titik tersebut, yang harus Stella lakukan adalah menjauhkan diri dari siapa pun atau apa pun yang mungkin bisa menularkan infeksi dan menggagalkan transplantasi paru-paru. Terpisah dua meter. Tidak ada perkecualian. 

Satu-satunya hal yang ingin Will Newman kendalikan adalah keluar dari rumah sakit. Dia tidak peduli terhadap rangkaian perawatan penyakit fibrosis kistik, juga tidak peduli dengan uji coba obat klinis baru. Lagi pula, sebentar lagi Will akan berusia delapan belas tahun. Itu artinya dia punya kendali atas dirinya dan bisa pergi untuk melihat dunia, bukannya terkungkung selamanya di rumah sakit. Will merupakan sosok yang jelas-jelas harus Stella jauhi. Begitu Will bernapas di dekat Stella, gadis itu bisa kehilangan tempat dalam daftar transplantasi paru-paru. 

Bahkan, salah satu dari mereka bisa mati. Satu-satunya cara agar mereka tetap hidup adalah dengan tetap terpisah—menjaga jarak. Namun, seiring waktu, terpisah dua meter terasa bukan seperti antisipasi keselamatan hidup mereka. Terpisah dua meter adalah hukuman. Namun, bagaimana kalau Stella dan Will bisa mencuri sedikit ruang? Bagaimana jika jarak yang terbentang di antara mereka cukup satu setengah meter saja?

Five Feet Apart, Rachael Lippincott
Gramedia Pustaka Utama, 328 halaman


* * *


Sebelum menjadi novel, Five Feet Apart lebih dulu berupa media film. Dan, tentang apa Five Feet Apart itu? 

Five Feet Apart menceritakan Stella dan Will. Dua pasien penderita fibrosis kistik. FK membuat mereka harus menjaga jarak dengan apa pun dan siapa pun karena bisa saja mereka tertular virus, yang membuat mereka mempercepat usia mereka alias meninggal.

  1. Stella dan Will akhirnya jatuh cinta, yap, klise, tapi memang itu premis Five Feet Apart. Will yang tipikal bad boy membuat Stella tertarik. Meski sama-sama penderita FK, mereka berbeda. Stella si tukang atur kepingin punya paru-paru. Dia pasien tabah yang percaya bahwa harapan selalu ada. Sementara itu, Will tidak ingin segala peralatan medis yang membantunya bernapas. Dia ingin bebas. Dia tidak mau terkungkung.
  2. Novel ini menggunakan sudut pandang pertama dari sisi Stella dan Will secara bergantian.
  3. Alur novel ini cepat, dan menyenangkan untuk dibaca.

Entah sudah nonton filmnya atau belum, sebenarnya Five Feet Apart layak dikoleksi sih. Hehe. Dan... gue mau bagi-bagi novel ini. Ada tiga buku Five Feet Apart terjemahan untuk tiga orang yang beruntung yang bisa kalian dapatkan!

Caranya:
  1. Follow blog ini.
  2. Silakan tulis komentar dalam unggahan ini dan cantumkan Twitter dan blog.
  3. Ditunggu hanya sampai hari Senin, 25 Maret 2019 pukul sepuluh pagi.
Selamat mencoba! :)

  • Share:

You Might Also Like

26 comments