Rabu, 14 Desember 2016

Letupan Keinginan

Aku menginginkan pelukan-pelukan perih
yang mungkin sering kita khayalkan 
saat waktu begitu kejam 
merebakkan bau-bau kerinduan
yang berusaha kita sangkal kuat-kuat

Aku menginginkan ciuman-ciuman sedih
yang mungkin jadi imaji terliar
saat menyadari bahwa takdir 
terlalu kejam mengekang dentuman
yang selalu kita redam dalam-dalam

Jumat, 02 Desember 2016

Frekuensi

Aku menatapnya masuk ke rumah sambil tersenyum. Saat aku mendengar bunyi pintu berdentum, aku berbalik dan mulai melangkah menuju rumahku. 

Baru saja bersamanya seharian ini, kerinduan menerkamku. Aku berjalan lambat-lambat, entah kenapa enggan pulang cepat-cepat karena perasaan aneh itu. Kurapatkan jaket karena udara begitu dingin sehabis hujan. 

Kenapa ribang itu hadir padahal baru saja aku bertemu dengannya?

Bahkan, bisa kukatakan aku kerap bertemu dengannya. Tiap hari dalam seminggu, aku berjumpa dengannya. Namun, seringnya frekuensiku justru membuatku takut. 

Harus kauketahui bahwa aku tidak bercanda saat berkata dia adalah cinta yang selalu kuhindari. Karena seperti inilah jadinya: kerinduan yang begitu asing padanya terasa aneh.