Rabu, 26 Oktober 2016

Gadis yang Menunggu



Gadis itu sudah duduk berjam-jam lamanya.
Pandangan lurus ke luar jendela,
dengan wajah sendu.

Tak letih dia menunggu,
meski bokongnya sudah panas
dan perutnya sudah kembung
dengan bergelas-gelas es lemon.





Nyaris menyerah,
gadis itu mengembuskan napas.
Pertahanannya nyaris goyah.
Mungkin sebaiknya dia pulang.

Tapi saat niat itu terbit,
sosok yang ditunggu datang.

Gadis itu tersenyum.
Air mukanya berubah semringah.

"Kau masih menunggu," kata sosok itu.

"Ya, aku setia menunggumu," balas gadis itu.

Gadis itu beranjak,
mengekori sosok yang dia tunggu.

Gadis itu beranjak,
menanti kepedihan apa lagi
yang akan dia temukan.

Kepedihan yang selalu sosok itu berikan
kepadanya.


Rabu, 26 Oktober 2016
16.08 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar