1.7.16

Derit-Derit Kekeliruan

Awalnya kukira aku hanya ingin mendengarkan lenguhanmu dan melihat tetes-tetes peluh yang membanjiri tubuhmu.
Awalnya kuduga hanya titik-titik tertentu tubuhku yang bisa merona malu karena cecapan anestesimu.
Awalnya kupikir hanya kulitku yang akan terbakar oleh sentuhan kulitmu.
Ternyata selain mengadang tubuhmu dan akhirnya melebur bersama dirimu, aku ikut terbakar oleh dinginnya arimu yang selembut beledu.
Semua prasangkaku adalah akibat kealpaanku memprediksi dan keliru menilai esensi bungkusmu yang indah itu.

Dan kau harus tahu.
Malam ini aku siap menerima kekeliruan-kekeliruanku lagi.
Saat ini aku siap kaubungkus dengan selaput cintamu yang adiktif.
Kali ini aku siap terjerembap dalam keduniawianmu yang bisa memenuhi rongga-rongga hatiku.


2 Juli 2016, 3.14 

No comments:

Post a Comment