Minggu, 17 April 2016

Resensi Jersey Adidas Climachill

Tadi pagi, saya melakukan aktivitas lari pagi bareng teman-teman JakBRunners seperti biasa. Tapi kali ini cukup berbeda karena komunitas kami mencoba produk Climachill Adidas terbaru. Selain JakBRunners, juga ada Running Rage, Rock Run Fun, dan Galaxy Running Club yang turut mencoba produk ini. JakBRunners pun berlari santai bareng Running Rage dengan jarak lima kilometer (kalau di sportwatch sih 5.65 kilometer)!

JakBRunners X Running Rage


Karena cuaca Jakarta yang belakangan terik, saya pikir cocok untuk mengetes apakah jersey ini benar-benar bisa memberikan efek instant cooling yang menjadi andalan apparel Climachill ini. 

Alumunium cooling spheres yang memberikan efek instant cooling


Saat mengenakannya, saya rasa bahan kaus ini memang jauh lebih unggul daripada produk jersey Adidas lain karena mudah menyerap keringat. Tahu sendiri kan, cuaca panas di Jakarta gampang banget membuat orang berpeluh ria. Bahkan saat melakukan pemanasan sebelum lari saya sudah berkeringat. Tapi nyatanya efek instant cooling yang dihasilkan campuran titanium-blended yarn dan 3D alumunium cooling spheres membuat lebih sejuk. Sebenarnya yang paling berpengaruh sih di bagian belakang (dengan 3D alumunium spheres di sekitar pundak) karena ada efek "semriwing" saat memakainya. 

JakBRunners' Men


Meski nggak seratus persen langsung menyerap keringat (ya iyalah, peluh kan terus berproduksi saat belari), terbukti kok "cepat" menyerap keringat. Selesai lari lima kilometer, kami mengikuti strength training di beda tempat. Dari hasil meeting point usai lari di depan fX, kami pindah ke Gelora Bung Karno. Dalam rentang waktu sebentar, ternyata jersey Climachill ini sudah "menghilangkan" keringat. Nice, hm?

Jadi, saya sih suka banget sama jersey Adidas Climachill ini. Pertama, praktis buat cuaca terik kayak di Jakarta. Dan kayaknya jadi jersey paling tepat untuk dipakai kalau cuaca benar-benar panas. Buat yang kepingin ikut Jakarta Marathon dan Bali Marathon, saya rasa kaus ini bisa jadi pertimbangan untuk dipakai karena memang didesain untuk digunakan saat cuaca panas! Selain itu desain kaus ini juga simpel dan elegan, dan nggak terlalu "ngejreng" kayak warna kaus lari lainnya. Jadi kalau mau buat kaus komunitas, cukup ditambah sablonan di belakang atau depan jersey.

Soal kekurangan produk ini, menurut saya sih cuma satu: tidak cocok untuk orang bertubuh kurus dari segi desain. Terus terang, saya termasuk berbadan ectomorph, sementara Climachill ini sangat tipis dan membuat lekukan tubuh makin terlihat. Jadinya, saya tampak begitu kurus dan ringkih saat memakai kaus ini. Kalau para pelari memikirkan penampilan, tentu bukan opsi yang bagus memakainya. Tapi kalau pelari yang suka dengan manfaat dan tidak terlalu memusingkan penampilan, Climachill bisa jadi pilihan menarik.

Oh iya, setelah membelinya, jangan lupa ya, di belakang kaus harus digunting dulu tempelan ukurannya (ini diinstruksikan kok) biar nggak mengganggu saat lari.

Saya mengenakan jersey Adidas Climachill

Wanna try this product? Just check http://id.adidas.com/catalogsearch/result/?q=climachill :-)

2 komentar: