Pengalaman Berendam di Oedo-Onsen Monigatari (2)

By Tri Saputra Sakti - 07:05

Agak harap-harap cemas ketika mau masuk onsen

Setelah melewati restoran dengan gaya Tokyo zaman dulu, kita ke tempat pemandian air panas. Sebelum masuk, kita ganti baju lagi. Hmm... sebenarnya lebih tepat disebut “lepas baju” karena yutaka dan dalaman yang kita pakai mesti dilepas semua alias benar-benar telanjang bulat. Hanya ada dua handuk—besar dan kecil. Handuk besar untuk nanti bilas setelah mandi, dan tentunya handuk kecil untuk menutup area tubuh yang mesti ditutup.

Selain banyak loker untuk ganti baju, area ini juga dilengkapi dengan berbagai tempat duduk salon yang mana tiap meja menyediakan hair dryer, cotton bud, dan semacam losion untuk badan dan rambut. Nanti bakal bisa dipake setelah berendam. Di area yang sama, kita bisa ambil sikat gigi yang ada. Sikat giginya nggak perlu pasta gigi karena udah ada di sikatnya. 

Setelah melepas semua pakaian dan melindungi bagian tubuh dengan handuk yang superkecil, saatnya masuk ke area onsen.


Sumber: klook.com


Saat masuk, jangan langsung berendam ya. Kita mesti bilas badan dulu. Nanti dibilang turis jorok kalau nggak ngelakuin hal ini—canda. Sebenarnya ini sebagian dari tata cara berendam air panas di onsen atau ofuro. Di sana ada semacam air hangat yang bisa kita gunakan. Ada banyak gayungnya juga. Ya tentu aja handuk kecilnya dilepas terlebih dulu. Cuek aja! Nggak bakalan ada yang perhatiin kok meski kadang keder juga di tempat kayak begini, hahaha.

Setelah bilas, pakai lagi handuk kecilnya. Saatnya pilih-pilih kolam!

Kolam air panasnya sendiri ada dua bagian—indoor dan outdoor. Gue milih untuk di indoor lebih dulu.

Oh iya, karena gue datang saat gerimis dan malam hari, onsen-nya rame banget! Asli! Kayaknya antara turis dan orang lokal, memang kebanyakan orang lokal saat gue ke sana. Gue berpikir untuk ke kolam yang paling sepi. Gue pun melipir ke sebelah kiri dari kolam tengah. Ternyata memang nggak terlalu panas. Kayak panas suam-suam kuku. Karena pengin cobain yang lain dan estimasi waktu di sana maksimal 1.5 jam, gue penasaran untuk ke area luar.


Baca tulisan sebelumnya:


Di area luar ada dua doang. Tapi cukup rame. Gue ngeliat beberapa remaja Korea yang heboh sendiri alias bercanda. Untungnya yang satu sepi. Jadi gue masuk ke sana deh—maksudnya yang sepi ya. Terus pas banget lagi gerimis. Dingin-dingin terus berendam air panas tuh sensasinya enak banget. Meski gue sendiri juga sih ya pas berendam haha.


Sumber: klook.com


Di bagian outdoor kolam air panas cuma ada dua seperti yang gue bilang. Dan di sini juga ada semacam batu-batu relaksasi untuk diinjak. Sambil merasakan sensasi nyaman karena hangatnya air, gue melongok ke area dalam yang kelihatan dari tempat gue berendam karena dindingnya terbuat dari kaca.

Karena sepi, gue memutuskan untuk nyobain yang lain.

Yes. Sepi. 

Ya nggak terlalu sepi sih. Tapi seenggaknya ada yang bisa gue tempatin.

Gue milih ke kolam yang paling sepi, dengan beberapa orang tua yang tampak relaks duduk dengan nyaman. Di sini airnya terasa lebih hangat ketimbang yang di luar. Dan area ini dekat dengan kolam air dingin (kayaknya buat bilas badan). Setelah di sini gue ke kolam tengah (yang paling panas di antara semuanya!). 

Lucunya, di sini gue duduk di sebelah binaragawan yang kalau pandangan kami berserobok ngeliatin gue-nya dengan tatapan serem. Jadi, selain karena emang panas banget airnya, gue juga nggak nyaman diliatin kayak begitu, gue pun langsung cabut.

Kali ini gue memutuskan untuk masuk ke sauna. Karena gue pake kacamata, gue mesti taruh dulu kacamata gue di tempat yang disediakan. Wah, ternyata sampai detail kayak begini dipikirin ya. Dan asli deh, menurut gue ini saunanya superpanas. Kayaknya sauna di gym nggak pernah sepanas itu deh. Gue pun cuma berada di sana sekitar sepuluh menit—nggak kuat lama-lama. Setelah itu, gue masuk ke kolam yang ada bubble bath-nya. Dari awal gue incer untuk masuk ke sini! Tapi selalu penuh. Dan kolamnya memang didesain dengan kuota gitu (ada semacam buat bersandar di kolamnya).


Sumber: japan-highlightstravel.com


Yak, setelah merasa enak banget karena udah berendam, gue pun bilas. Area bilas ini dekat dengan area bilas di awal. Kalau di awal kita bilas badan berdiri, yang ini duduk. Kayak di anime gitu deh, sama persis. Udah disediakan sabun dan sampo juga, bahkan sikat gigi yang gue sebut sebelumnya. Sebelum ke sini, tentu aja ambil handuk besar yang ada di loker. 

Setelah bilas, langsung keringin badan deh ke tempat loker tadi untuk touch-up, hahaha. Lumayan, pake banyak losion gratisan. Ya nggak gratisan juga sih ya soalnya masuk sini mesti bayar. Selesai ber-yukata lagi, gue keliling ke area restoran. Gue tergoda dengan susu hangat yang ada di vending machine. Dan memang seenak itu sensasinya! Abis berendam air hangat, minum susu hangat rasanya ulala~! Dan tentu bayarnya dengan gelang barcode kita.

Setelah puas liat-liat dan foto, gue pun berbenah ke loker tempat baju dan tas gue ditaruh. Di area ini ada tempat untuk taruh handuk dan yutaka secara terpisah. Jadi setelah ganti baju, langsung taruh aja tuh pakaiannya. 

Selesai berpakaian lagi, kita balik ke area depan tadi deh. Kita antre untuk bayar. Gelang barcode tadi di-scan, dan tertera berapa yang mesti kita bayar. Karena gue udah pesan dari Klook, tentu aja cuma bayar susu hangat tadi—yang mana gue lupa harganya berapa. 

Setelah itu, pulang deh! Dan pulangnya naik bus biar PASMO-nya aman dan hemat hahaha.

Itu pertama kalinya gue nyobain onsen. Dan kayaknya gue nggak kapok. Awalnya sih ngerasa malu banget ya, mesti nggak pake baju di antara para orang asing. Tapi setelah dilakukan, ya fine-fine aja. Gue malah penasaran pengin nyobain ofuro di tempat lainnya.

Tapi ya masih malu sih kalau sama orang yang kenal pergi ke sana, hahaha! 

Semoga tulisan ini bisa kasih gambaran buat yang mau ke pemandian air panas di Jepang!

Catatan:
Lebih baik pesan pakai aplikasi yang promo karena kalau bayar on the spot lumayan banget berasa beda harganya. Gue sendiri pakai Klook (nggak disponsorin lho ya) dan bayar sekitar Rp250.000,- sementara kalau bayar on the spot bisa lebih dari Rp500.000,-!!!

  • Share:

You Might Also Like

0 comments